Memilih derkuku berdasarkan katuranggan
Pemilihan berdasar katuranggan adalah pemilihan berdasar pada pengetahuan tentang bentuk tubuh. Kualitas derkuku diyakini tergambar dari bentuk kepala, leher, badan, ekor, kaki, paruh dan sebagainya.
Romo Poerbosasmito, salah seorang empu derkuku dari Kota Gedhe Yogyakarta, seperti ditulis dalam Derkuku yang disusun Paguyuban Pelestari Derkuku Sujoharjo, mengatakan ada beberapa bagian tubuh derkuku yang bisa diamati untuk menentukan kualitas derkuku. Antara lain adalah:
1. Bentuk kepala dari samping
a. Njambe nom (buah pinang muda): diyakini bersuara baik dan berirama lagu bagus. Bentuk kepala seperti ini diibaratkan seperti kepala Arjuna. Diyakini keindahan suaranya bisa bertahan sampai lama.
b. Mbeton nangka (biji nangka): diyakini bersuara bagus tetapi kualitas suara menurun bila sudah tua.
c. Nggobog: berbentuk seperti uang logam, nyaris bulat sempurna. Pada umur pertengahan, sekitar 25 tahun, kualitas anggungannya akan mulai menurun.
d. Mbungkul bawang: Berbentuk seperti bawang putih. Diyakini kualitas suaranya tidak menentu, kadang baik, kadang melempem.
e. Nakir kuwalik: Sepert tarkir terbalik, sulit diharapkan suara baiknya.
2. Bentuk tubuh
a. Nuntut gedhang (seperti kuncup bunga pisang), diyakini punya suara panjang, jelas dan baik.
b. Buah nangka, diyakini memiliki suara tengah agak baik.
c. Mbluluk (seperti buah kelapa yang masih muda) diyakini memiliki suara tengah cukup baik. Biasanya suara ujungnya tumpang sari (berujung suara dua kali).
d. Njagung nglobot (seperti jagung tua yang masih terbungkus kulit) diperkirakan memiliki suara kurang baik.
e. Wungkul gerang (batu pengasah pisau yang telah aus) diperkirakan memiliki suara tidak baik.
3. Bentuk ekor
a. Nyecak atau tokek (seperti ekor cecak atau tokek: panjang lurus dan melancip) diperkirakan memiliki suara baik sekali, bersih dan mengkristal.
b. Linggis (panjang, lurus agak tumpul) diperkitakan memiliki suara agak baik.
c. Kukusan atau kerucut (meruncing tetapi tegak pendek) diperkirakan memiliki suara cukupan.
d. Mendok keris (sejajar, tumpul di depan) diperkirakan bersuara kurang baik.
e. Sapu gerang (seperti sapu lidi yang sudah lama dipakai) diperkirakan bersuara jelek sekali tetapi bunyinya cukup tebal.
Parameter derkuku yang baik berdasarkan katuranggan secara umum adalah kepala njambe enom, paruh sedang (tidak terlalu panjang atau pendek) dan lurus agak mendongak ke atas. Mempunyai leher yang panjang dengan bintik-bintik di lehernya lembut dan banyak sekali. Tubuh berbentuk seperti tuntut gedhang ahak panjang, posisi punggungnya agak membungkuk ke depan. Ekor panjang, lurus, meruncing. Pembawaan tenang dengan sorot mata tajam. Singkat kata, perbandingan tubuhnya ideal dan seimbang.
=====================
Intermezo: Jika penangkaran derkuku Anda tidak juga membuahkan hasil maksimal, atau derkuku Anda sakit-sakitan, stres, suara jernih jadi ngether, ingin mengembalikan ke suara kempel, sehat…. ingat selalu produk kesehatan burung untuk kicauan dan anggungan. Informasi selengkapnya, klik di sini.
=====================
Memilih derkuku berdasar anggung
Dipastikan tidak ada dua derkuku yang memiliki suara yang sama. Masing-masing mempunyai ciri khas. Meski demikian, khususnya untuk pemula, membedakan suara anggung derkuku bukan hal mudah. Untuk pemula, hal yang paling mudah adalah membedakan besar kecilnya volume (suara anggung).
Contoh:
Dekki…thiirr…kik: Volume suara kecil.
Dekku…thuurr…kuk: Volume suara sedang.
Degku…kuur…gukg: Volume suara besar.
Berdasarkan patokan umum, suara derkuku dipisahkan menjadi tiga: suara depan, suara tengah dan suara ujung.
1. Suara depan
Suara depan ada bermacam-macam seperti berikut ini:
Dekku, dekik, dekuk, deklak, deki
Tekku, dekkii, tekkuk, tekru
Cekku, cekkii, cekru
Derku, derki, derkii
Dreku, drekki, dekkrik
Terku, terkuu, terkiii
Cenggu, denggu, tenggu
Apabila memilih, pilihlah suara depan yang bersih tidak ada suara “r”. Ibarat gamelan, suaranya utuh (kempel; jawa), tidak pecah (ngether; jawa).
2. Suara Tengah
Ada beberapa suara tengah derkuku, antara lain:
Kriiuung: dinamakan suara tengah ngrioong (baik).
Kruuuung: kukungkrung, ada suara “r”-nya tetapi bening.
Theruuu: termasu agak bersih, ada “r”-nya.
Theruuung: ngriong, tetapi ada sedikit suara “r”-nya.
Kuuuuuuu: termasuk panjang dan bersih.
Kiiuuuuuu: panjang, membat, dan bersih (baik sekali).
Kooooo: panjang dan bersih membat (aneh atau langka).
Klaaaoooo: panjang, membat, bersih (baik sekali).
Kuuuuu: termasuk baik sekali, iramanya bagus.
Kuuu-ung; panjangnya sedang dan berirama meliuk (ngukel; jawa).
Untuk mengenali suara tengah, diperlukan latihan terus menerus dan sungguh-sungguh untuk membandingkannya.
3. Suara ujung atau suara belakang
Dengan membandingkan suara ujung, kita akan mengetahui dan membandingkan baik-buruknya suara derkuku. Namun demikian, ada juga derkuku yang tidak mempunyai suara ujung atau suara belakang. Derkuku seperti ini disebut sebagai kol buntet. Derkuku kol buntet diyakini berkhasiat menjauhkan penyakit dari pemiliknya maupun binatang piaraan lainnya.
Beberapa suara belakang atau suara ujung:
Kuk : suara ujung pendek.
Kuuk: suara ujung sedang.
Kuuuuk: suara ujung panjang.
Kuuuuuuk: suara ujung panjang sekali.
Kung: pendek, sedikit gema.
Kuung: sedang menggema.
Kuuuuung: panjang dan mendengung.
Koooooong: panjang, bulat dan menggema.
Kaaooongng: panjang, membat, dan mendengung panjang.
Kuuooongngng: panjang, kuwung, temlawung, dan menggema panjang sekali, suaranya bening.
Salam dari Om Kicau





