Perawatan Burung Branjangan

Perawatan burung branjangan

  • Sangkar

Ukuran sangkar yang ideal untuk 1 ekor burung branjangan adalah sangkar yang memiliki diameter 25 cm hingga 30 cm dengan tinggi sekitar 60 cm hingga 100 cm.

Anda bisa menggunakan batu apung sebagai tempat tenggeran lalu menggunakan tanah kering yang diayak atau bubukan batu bata sebagai bagian dasar sangkar.

Usahakan untuk menggunakan batu bata lunak yang disaring sebagai bubukan batu bata karena tubuh atau bulu branjangan bisa rusak apabila batu bata masih keras. Sebagai penggantinya anda bisa menggunakan debu atau tanah yang dihancurkan lalu disaring.

 

  • Kandang penangkaran

Memelihara burung branjangan tidaklah sulit, anda hanya butuh lokasi yang sunyi. Sebaiknya anda menggunakan jeruji kawat yang agak rapat sebagai dindingnya supaya tikus atau cecak tidak bisa masuk ke kandang.

Anda bisa menggunakan seng atau jeruji kawat sebagai atapnya.  Sebaiknya atap dibiarkan terbuka setengah agar sinar matahari bisa menembus masuk ke dalam kandang. Jangan khawatir kepanasan karena branjangan tahan terhadap suhu yang panas.

Sediakan kolam dengan diameter 1 meter di dalam kandang. Gunakan selang yang terhubung dengan mesin pompa air untuk memudahkan pengisian air.

Untuk menciptakan suasana seperti di habitat aslinya anda bisa menyediakan rumput dan pepohonan yang tidak terlalu rindang.

Jerami atau alang-alang adalah bahan-bahan yang paling baik untuk membuat sarang. Tebarkan jerami di tanah dimana nantinya branjangan akan mengatur pembuatan sarang ketika sudah berjodoh.

Anda juga perlu menyiapkan tatanan yang terbuat dari semen atau batu karena burung branjangan termasuk jenis burung yang suka bertengger di batu.

Sebaiknya anda menebar pasir, tanah atau debu di sekitar kolam karena burung ini sangat suka bermain dengan pasir atau debu.

Anda bisa menyediakan kotak dari tanah sebagai tempat bersarang dengan tinggi sekitar 50 cm, namun burung branjangan kemungkinan tidak akan mau bersarang di tempat ini.

Burung branjangan bisa bersarang di mana saja namun lebih mengutamakan sarang yang terlindung dari ancaman manusia atau hewan predator. Contohnya di dekat batu, celah batu, di pojok batu, dan sebagainya.

 

  • Pemberian pakan

Jika ingin memberikan pakan maka sebaiknya di daerah yang mudah dijangkau oleh perawat atau dekat dengan batu-batu.

Hal ini supaya burung branjangan tidak mengalami kepanikan ketika sedang dalam masa penjodohan atau ketika sedang mengerami telur.

Burung branjangan bisa menjadi stres apabila mendapatkan perawatan yang kasar atau perawatnya kurang hati-hati ketika memasuki kandang.

Siapkan makanan yang terdiri dari biji-bijian milet, tanaman padi, jangkrik atau walang dan kroto.

Jika semua sarana sudah tersedia maka pasangan branjangan yang sudah birahi siap dilepas di kandang buatan yang berukuran sekitar 3 x 3 meter dengan tinggi 2,25 meter.

 

  • Pakan

Tidak berbeda dengan jenis burung yang lain, burung branjangan juga membutuhkan menu makanan yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, mineral dan vitaminnya.

Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya seperti vitamin A, , B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C, D3, Edan K3.

Selain itu juga harus mengandung zat esensial misalnya I-Lisin HCl, D-L Methionine, Folic Acid (salah satu bentuk dari vitamin B) dan Ca-D.

Pakan yang mengandung mineral dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan darah, keseimbangan cairan tubuh, fungsi sistem pembuluh darah jantung, fungsi syaraf yang sehat dan sebagainya.

Mineral juga berfungsi sebagai ko-enzim dimana akan membuat tubuh menjalankan fungsinya dengan baik dengan  memproduksi tenaga, penyembuhan dan pertumbuhan.

Jenis mineral yang dibutuhkan oleh burung branjangan adalah Iron, Manganase, Magnesium, Sodium Chlorin, Phosphor, Iodium, Kalium, Calcium, Cuprum, dan Zinccum.

 

  • Pola Perawatan Harian dan Setelan Harian

-        Burung diangin-anginkan di teras pada jam 7 pagi.

-        Pada setengah jam berikutnya burung disemprot atau dimandikan dengan menggunakan sprayer.

-        Sebelum melakukan penyemprotan sebaiknya bersihkan terlebih dahulu kotoran yang tercampur dengan bubukan batu bata, lalu tambahkan atau ganti  pakan branjangan berupa biji-bijian seperti canary seed, milet, gabah dan jewawut.

-        Berikan air minum berupa air matang yang sudah dingin. Sebelumnya wadah air minum harus sudah dalam keadaan yang bersih.

-        Berikan jangkrik kecil sebanyak 2-3 ekor pada cepuk EF. Bisa ditambahkan kroto sebanyak satu sendok teh sebagai EF setiap tiga hari sekali.

-        Penjemuran bisa dilakukan antara pukul 08.00 – 11.00  selama 2 hingga 3 jam.

-        Angin-anginkan kembali burung tersebut sekitar 10 menit jika sudah dijemur lalu gantang di dalam rumah atau di tempat yang teduh.

-        Pada jam 12.00 – 15.00 burung bisadimaster dengan suara master atau burung-burung master.

-        Angin-anginkan kembali burung di teras pada jam 15.30.

-        Berikan jangkrik kecil sebanyak 2 ekor pada cepuk EF.

-        Masukkan burung ke dalam rumah pada jam 18.00. Burung branjangan terkadang suka berkicau di malam hari sehingga anda tidak perlu mengerodongnya jika anda ingin menikmati suaranya.

 

Tambahan

Ganti bubukan batu bata setidaknya sekali dalam satu minggu. Meski tidak perlu dikerodong setiap malam, branjangan tetap perlu dilatih kerodong agar tidak kelabakan ketika suatu saat kita perlu mengerodongnya, misalnya ketika akan dibawa ke luar rumah atau ke arena lomba.

 

  • Mengatasi branjangan yang drop

-        Porsi pemberian jangkrik ditingkatkan menjadi 3 ekor untuk pagi dan 3 ekor untuk sore.

-        Burung harus segera diisolasi dan jangan sampai melihat burung branjangan lain atau mendengar suara burung branjangan lain.

-        Masa penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam dalam 1 hari.

-        Beri tambahan suplemen vitamin.

 

  • Perawatan branjangan untuk lomba

Perawatan lomba sebenarnya hampir sama dengan perawatan harian. Tujuan perawatan untuk lomba adalah untuk mempersiapkan burung supaya memiliki stamin yang stabil dan tingkat birahi yang diinginkan.

Tentu saja anda harus mengenal karakter dasar burung anda supaya perawatan untuk lomba bisa berjalan dengan sangat baik.

 

Berikut ini pola perawatan dan setelan burung branjangan untuk lomba :

-        Pemberian jangkrik bisa ditingkatkan menjadi 4 ekor waktu pagi dan 2 ekor waktu sore pada 3 hari sebelum lomba (H-3).

-        Sebaiknya burung dijemur tidak lebih dari 1 jam pada 2 hari sebelum lomba (H-2).

 

Berikut ini pola perawatan dan setelan burung branjangan pasca lomba :

-        Porsi pemberian EF dikembalikan ke setelan harian.

-        Air minum ditambahkan dengan multivitamin pada 1 hari setelah lomba (H+1).

-        Sebaiknya burung tidak dijemur lebih dari 1 jam pada 3 hari setelah lomba (H+3).

Tujuan perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi untuk mengembalikan kondisi fisik dan memulihkan stamina burung.

 

  • Perawatan dan setelan branjangan mabung

Moulting atau masa mabung adalah masa di mana perhatian penghobi burung benar-benar dituntut. 25% total protein dalam tubuh burung akan terserap untuk menggantikan bulu yang hilang selama proses mabung.

Atas dasar inilah kenapa perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung selama masa mabung.

Selongsong bulu dan bulu-bulu terdiri dari lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu tidak sama dengan protein pada telur dan tubuh  serta membutuhkan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein).

Burung harus mengkonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini lalu menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu.

Proses ini sangat penting bagi burung dan untuk bisa membentuk bulu dengan sempurna maka tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup.

Burung yang mabung juga membutuhkan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Kebutuhan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru.

Total energi yang dibutuhkan burung selama masa mabung adalah 2,5 kali lebih banyak daripada burung yang sedang memproduksi telur.

Faktor-faktor yang berpengaruh pada masa mabung cukup sulit untuk dipahami karena sangat rumit. Umur burung, cuaca harian, musim saat mabung, siklus perkembang biakan, dan kadar hormon semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.

Hal yang paling penting untuk diingat adalah bahwa pada saat burung mabung, anda harus memberikan suplai makanan yang mampu mencukupi kebutuhan nutrisi, vitamin dan mineralnya sehingga mereka bisa mengembangkan bulu-bulu dengan lebih sempurna.

Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung sulfur seperti sistin dan metionin untuk menyediakan protein yang diperlukan untuk peningkatan produksi bulu. Anda bisa menemukan protein tersebut di dalam daging hewan.

Daging dapat diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yang baik.

Suplemen multimineral dan multivitamin yang baik seharusnya mengandung berbagai mineral dan vitamin serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu dengan baik.

Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).

 

Penggangu tersebut antara lain:

  1. Penyakit

Penyakit yang disebabkan virus polyoma dan virus circovirus (Beak and Feather Disease) merupakan penyakit yang bisa menyebabkan burung mengalami kesulitan untuk memproduksi bulu.

Psittacosis kronis, infeksi bakteri dan gangguan parasit pada usus juga bisa menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.

 

  1. Gizi buruk

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, syarat supaya bisa memproduksi bulu dengan normal memang sangat banyak, dan karenanya makanan yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah kusam, mudah patah, keriting atau melintir dan lain-lain).

 

  1. Kimiawi

Bulu yang tidak tumbuh dengan sempurna atau bulu yang mengalami kerusakan seringkali disebabkan oleh penggunaan bahan kimiawi.

Misalnya Mebendazole yang merupakan zat pembasmi cacing pada burung merpati. Bahan kimia ini bisa menyebabkan bulu burung keriting  jika diberikan sewaktu burung mabung.

 

  1. Stres

Tangan manusia yang menyuapi burung ini bisa menjadi salah satu penyebabnya. Bulu baru tidak bisa berkembang dengan sempurna karena sentuhan tangan manusia.

 

Tips supaya burung bisa memiliki bulu baru dengan baik :

  1. Singkirkan segala parasit seperti kutu, cacing, mikroba pengganggu dan sebagainya.
  2. Pastikan tidak ada satu pun dari burung anda yang menjadi pembawa virus bibit penyakit, contohnya virus Polyoma.
  3. Beri pakan yang baik yang mengandung gizi yang cukup selama burung mabung. Pemberian pakan yang baik bukan berarti memberi pakan dengan jumlah yang banyak. Pemberian pakan yang banyak bisa mengakibatkan menumpuknya karbohidrat yang akan membuat burung menjadi gemuk namun kekurangan gizi.
  1. Jika burung anda masih mengalami masalah setelah anda melakukan semua cara di atas maka sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter hewan spesialis burung.

 

Pola Perawatan masa mabung :

  1. Sebaiknya burung dikerodong dan ditaruh di tempat yang sepi yang jauh dari lalu lintas manusia.
  2. Burung tidak perlu dimandikan.
  3. Untuk pertumbuhan bulu baru dan pembentukan sel-sel baru sebaiknya berikan EF dengan porsi yang lebih banyak dari biasanya.
  4. Lakukan pemasteran karena burung yang sedang mabung akan lebih banyak mendengar dan diam. Dalam situasi Inilah momen yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang anda inginkan.

Lakukan pemasteran dengan tepat, lalu sesuaikan tipe dan karakter suara burung dengan suara burung master.

 

Penangkaran

Di habitat aslinya burung branjangan memiliki populasi yang bisa berkembang dengan pesat, meski demikian menangkar burung ini tidaklah mudah. Sebabnya adalah branjangan mudah stres dan tidak akan bisa berkembang biak jika sarangnya dijamah oleh manusia.

Jangan pernah untuk mencoba memasuki kandangnya ketika sedang mengerami telur karena hanya akan membuatnya memecahkan telur yang dieraminya.

Burung berwarna coklat kekuning-kuningan ini tidak sama dengan burung kicauan lainnya dimana proses penjodohannya tidak harus terlebih dahulu lewat pengenalan dari pejantan dan betina.

Branjangan yang sudah berumur minimal setahun atau sudah dewasa sudah bisa langsung dipertemukan jika sama-sama birahi.

Tidak ada perbedaan ciri-ciri birahinya. Jantan dan betina sama-sama ’ngleper’ jika sedang birahi. Dan jika telah sama-sama birahi, jika dilepas di kandang, si jantan dan betina tidak akan berkelahi.

Setelah dilepas dalam satu kandang, si jantan akan bereaksi terlebih dahulu dengan menunjukan kegagahannya yang ditandai sayap ngleper dan dikepalanya muncul jambul.

Branjangan betina di kepalanya juga terdapat jambul, namun sedikit. Tetapi volume suaranya sama-sama keras. Hanya saja, suara betina agak terputus-putus dan variasinya kurang. Kebiasaannya yang sering ngleper ketika birahi lebih sering lagi.

Sedangkan betina jika belum muncul sifat-sifat birahinya sedikit ketakutan. Jika sudah demikian, jantannya makin birahi dan mengejar betina.Terkadang saat betina terbang naik turun selalu dilkuti sang jantan.

 

Penjodohan

Proses perjodohan branjangan biasanya terjadi siang hari. Branjangan jantan suka sekali ngleper di atas batu, sedang betina di bawahnya. Tanda-tanda penjodohan yang paling nampak adalah ketika branjangan jantan sering membawa alang-alang kering untuk membuat sarang.

Keistimewaan branjangan ketika membuat sarang tidak selalu memilih tempat yang disediakan oleh perawatnya. Masa penjodohan hingga bertelur tidak pasti.

Waktu yang diperlukan dari masa penjodohan hingga bertelur bervariasi dari 3 – 15 hari, bergantung pada situasi lingkungan di sekitar penangkaran dan asupan gizi pakan.

 

Pengontrolan

Menangkar branjangan harus selalu dikontrol dan dibutuhkan ketelatenan perawatnya. Karena jika ada hewan pengganggu yang masuk, misalnya cecak, tikus, semut, atau ular; akibatnya bisa berbahaya.

Jika branjangan sedang mengerami telur, perawat harus sudah memperkirakan kapan kemungkinan akan menetas. Biasanya telur yang dierami menetas antara 10-11 hari. Pada saat menetas, harus cepat-cepat diamankan dari gangguan hewan lain.

Yakni selalu dikontrol dan kandang dibersihkan dari hewan-hewan kecil. Sebab jika tidak cepat, akan didahului dan dimakan semut.

Branjangan bertelur antara 3 hingga 4 butir. Tetapi terkadang ada yang tidak jadi atau pecah. Saat menetas atau ketika indukannya meloloh piyik, porsi makanan harus diperbanyak.

Karena piyikan butuh energi yang banyak agar dapat bertahan hidup. Jika piyik sudah berumur beberapa hari, perawat bisa lebih sering keluar masuk kandang untuk mengontrol perkembangan piyik.

Selama proses tersebut, branjangan jantan terlihat lebih aktif mencari makanan, sedangkan betina lebih banyak menunggu di sarang.

 

Kendala utama penangkaran

Penjodohan

Kesulitan utama dalam penjodohan burung untuk penangkaran adalah menyamakan masa birahi burung. Sebab penjodohan akan sulit dilakukan  jika masa birahinya tidak sama.

Untuk itu, anda perlu memberikan asupan pakan yang bisa memunculkan birahi burung jantan ataupun betina.

Dalam kaitan ini, disarankan anda menggunakan multivitamin dan multi mineral yang dilengkapi dengan suplemen lengkap dan seimbang disertai bahan aktif yang bermanfaat untuk kebutuhan utama asupan makan burung indukan.

 

Pemisahan piyik

Pemisahan bisa dilakukan jika piyik sudah berusia antara 1-2 minggu. Namun jangan dipisah dulu apabila masih diloloh oleh induknya. Terlalu cepat memisahkan piyik dari induknya memiliki keuntungan dan kerugian.

Namun sebenarnya tidak terlalu masalah jika perawat selalu memperhatikan perkembangan piyik. Sisi positifnya piyik lebih mudah dikontrol perawatnya khususnya dari gangguan hewan lain atau bahkan induknya sendiri. Selain itu, jika dipisahkan lebih dini piyik akan jinak pada perawatnya.

Dampak negatifnya jika terlambat memisahkan, piyik akan bersifat liar dan sulit dijinakkan karena sudah dewasa ketika berada di kandang. Selain itu resiko gangguan binatang lain lebih besar.

Tetapi seandainya diloloh sendiri, apabila si perawat terlalu kasar atau tidak memahami keinginan piyik, bisa berakibat kematian.

Untuk meloloh piyik makanan harus dilembutkan terlebih dahulu. Begitu pula pemberian jangkrik atau walang dipilih yang masih clondo dan harus dipotong-potong.

Piyik yang sudah berumur di atas 20 hari memiliki resiko kematian yang sangat kecil dengan catatan tidak terlambat memberi makanan. Saat tidur burung harus diberi alas kain sebagai penghangat jika bulu sayapnya belum tumbuh .

 

2 comments on “Perawatan Burung Branjangan

  1. om ane minat neeh buat nangkar burung branjangan…bisa tolong kasi info ka ke inbox..di mana ane bisa beli sepsang burung ini..makasi banyak sebelumnya om..code BDG

  2. saya punya 2 anakan msih ngloloh bang,,katany sih anakan branjangan gt,,cuma sy msih ragu krn lum tau ciri2 anakan branjangan gt,,inbok sy safriajadech tar sy krim fotony…trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s