Tips Memilih Merpati

burung merpati pos

Tips Memilih Merpati

Cara memilih merpati yang ditujukan untuk aduan memang gampang-gampang sulit karena memilih burung merpati membutuhkan ketelitian yang lebih.

Burung merpati sendiri terdiri dari beberapa jenis yang berbeda, seperti merpati pos, merpati jawa, merpati surabaya, merpati ambon dan sebagainya.

Tentunya anda harus menguasai ciri-ciri merpati dengan baik sebelum memilih merpati yang akan anda pilih.

Berikut ini adalah ciri-ciri merpati menurut jenisnya :

Merpati Pos

  • Ukuran badan secara keseluruhan agak besar
  • Memiliki batok kepala yang agak besar
  • Meskipun memiliki kemampuan terbang yang agak lambat namun jenis merpati ini memiliki daya ingat dan stamina yang sangat kuat.

 

Merpati Jawa

  • Memiliki badan yang sedikit lebih kekar,
  • Memiliki sorotan mata yang tajam
  • Memiliki daya ingat yang cukup kuat
  • Memiliki kecepatan terbang dan kemampuan menukik yang standart

 

Merpati Surabaya

  • Bentuk badan terlihat ramping dan lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis merpati lain
  • Karena memiliki badan yang ramping maka merpati ini memiliki kecepatan terbang dan kemampuan menukik yang sangat tinggi.

 

Salah satu faktor yang memiliki kontribusi penting dalam kinerja merpati adalah anatomi, dimana banyak yang berpendapat bahwa setiap strain merpati memiliki keunikan yang tidak sama.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kita tidak bisa membuat rumus bahwa suatu generalisasi yg berlaku umum adalah bahwa anatomi harus bagus.

Misalnya iris mata strain Janssen yang pada umumnya kurang bagus dan lemah, namun ternyata iris yg kurang bagus ini bukan kelemahan untuk strain Janssen karena ada strain tertentu yang juga punya pupil yang agak lonjong dan tidak bulat, tetapi ternyata pupil yang tidak bulat tersebut bukan kelemahan dari strain tersebut.

Maka dari itu anda tidak boleh terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan bahwa suatu burung jelek karena ada salah satu anatomi tubuhnya tidak memenuhi standard yang umum berlaku dan anda perlu melihat anatomi tubuh merpati secara keseluruhan.

Berikut ini adalah ciri-ciri merpati yang baik yaitu :

Daging

Daging merpati yang dianggap baik adalah daging yang fleksibel dan lembut yang mirip seperti balon yang ditiup.

Dagingan yang seperti ini mengindikasikan bahwa merpati tersebut memiliki kantung udara (air sacs) yang bagus.

Seluruh badan burung memiliki kantung udara, namun yang paling penting adalah kantung udara yang terdapat pada bagian dada.

Jika kantung udara pada bagian dada dipegang dengan jari maka kantung udara tesebut akan terasa seperti karet mainan anak-anak yang kenyal.

kantung udara merpati

Kantung udara yang baik akan menunjukkan bahwa cadangan oksigen dalam tubuh merpati cukup banyak dan membuatnya sanggup untuk terbang dengan jarak tempuh yang sangat jauh.

Namun jika dagingan yang keras menunjukkan bahwa merpati tersebut memiliki kantung udara yang kurang bagus maka biasanya merpati tersebut mudah kehabisan nafas pada saat terbang.

 

Ukuran Badan

Untuk merpati long distance sebaiknya tidak terlalu besar dan jika dipegang terasa ringan, sedangkan merpati tipe sprinter lebih berotot.

Sebenarnya  bisa saja sprinter memiliki ukuran badan yang kecil atau sedang, namun ukuran tubuh yang lebih besar akan menguntungkan tipe sprinter jika ada angin yang cukup keras.

 

Tulang Dada

Bagian keel atau tulang dada bisa dilihat dengan cara menyibakkan bulu yang terdapat pada bagian dada merpati. Untuk merpati tipe sprinte memiliki tulang dada yang lebih tipis.

Untuk menentukan tebal-tipisnya tulang dada, anda bisa melakukannya dengan cara membandingkan tulang dada pada merpati tipe sprinter dan long distance.

Dari kebiasaan ini pada akhirnya anda akan merasa terbiasa untuk membedakan tulang dada yang tebal dan tulang dada yang tipis.

 

Capit Udang

Untuk merpati tipe sprinter memiliki capit udang yang lebih lebar jika dibandingkan dengan merpati tipe long distance.

Untuk membedakan kerenggangan capit udang anda juga bisa melakukannya dengan cara sering membiasakan diri untuk membandingkan capit udang sprinter dan long distance.

Ruang atau jarak antara ujung tulang dada bagian belakang dengan capit udang pada merpati tipe sprinter lebih sempit jika dibandingkan dengan merpati tipe long distance yaitu dengan jarak sekitar 2 jari tangan.

Untuk merpati tipe long distance membutuhkan rongga yang lebih besar karena beberapa organ bagian dalam merpati akan membesar pada saat menempuh perjalanan yang jauh sehingga diperlukan ruang yang lebih besar supaya bisa mengakomodir organ tubuh yang membesar tersebut.

pinggang merpati

 

Pinggang

Banyak penggemar merpati yang masih tidak bisa membedakan pinggang merpati yang baik dan yang kurang baik.

Pinggang merpati yang baik adalah yang padat dan rata (solid and flat). Untuk mengetahui apakah pinggang merpati termsuk baik anda bisa menggunakan jempol lalu sedikit ditekan dan diurut dari depan hingga tulang ekor.

Tulang dada tidak boleh bergelombang dan harus rata. Jika jempol anda urut terus hingga ke tulang ekor, maka tidak boleh ada celah yang curam namun sebaiknya lurus atau agak melengkung pada bagian belakang pinggang.

Untuk merpati jenis sprinter, sebaiknya antara pinggang dan tulang ekor sebaiknya rata atau terlihat seperti menyambung.

Sedangkan untuk merpati long distance, pinggang yang semakin lebar atau besar maka artinya semakin baik.

 

Sayap

Untuk merpati jenis sprinter memiliki sayap yang lebih pendek jika dibandingkan dengan merpati jenis long distance.

Untuk burung yang berwana tritis atau megan ujung sayap tidak boleh menyentuh garis hitam pada ujung ekor (catatan: pada burung warna megan atau tritis, ekor bagian ujung berwana hitam dan bagian depan berwana megan/biru telor asin).

Jarak antara ujung sayap pada saat burung posisi berdiri kira-kira 1/2 inchi dari garis hitam pada ekor burung warna tritis atau megan. Tapi kalau jaraknya lebih dari 1/2 inchi juga tidak bagus.

sayap merpati

Bulu sayap lebar dan rapat (closed wing) dan tidak perlu ada “step up” antara bulu primer dan bulu sekunder. Semakin lebar bulu sayap cocok untuk kecepatan burung jenis sprinter .

Alasannya, bulu sayap yang lebar dan pendek memungkinkan burung mengepak lebih cepat. Untuk jenis long distance, lar lebih sempit dibandingkan sprinter.

Selain itu, untuk long distance perlu ada step-up antara bulu primer dan sekunder.

Bulu dibawah sayap sekunder harus tebal dan rapat sehingga angin tidak “mbrobos”. Bulu sekunder yang panjang akan memberi keuntungan untuk burung terbang tinggi (passive lift).

 

Otot

Otot sayap (pectoral) yang berada di bawah sayap merpati mempunyai peranan yang sangat penting. Untuk merpati jenis sprinter memiliki otot yang tebal (bulge).

Untuk mendeteksi kualitas otot anda bisa merabanya dengan menggunakan jari dan untuk burung yang sudah terlatih akan terasa gumpalan otot yang keras.

 

Kepala dan Hidung

Untuk merpati jenis sprinter biasanya memiliki ukuran kepala dan hidung yang lebih kecil.

Warna hidung harus putih bersih seperti kapur. Burung yg hidungnya pecah atau tidak putih mulus menandakan kesehatan yang kurang baik.

Sedangkan untuk bentuk kepala tidak penting karena yang lebih penting adalah isinya. Merpati sprinter cenderung lebih nervous dari pada long distance sehingga biasanya akan berontak jika dipegang.

 

Tulang Dada

Tulang dada merpati jenis long distance harus kuat dan tebal. Tulang dada yang semakin tebal menunjukkan bahwa semakin baik karena ketebalan tulang dada mencerminkan kekuatan.

Antara ujung belakang tulang dada dan capit udang harus ada ruang yang cukup luas. Ruang ini tempat organ bagian dalam seperti pangkreas yang akan mengembang bila burung terbang jauh.

 

Balance

Yang dimaksud dengan istilah balance adalah perbandingan yang ideal antara panjang, tinggi dan lebar burung.

Burung dikatakan balance apabila panjang dari tulang dada bagian depan sampai ujung sayap sama dengan panjang dari kaki sampai ujung kepala (burung dalam posisi berdiri).

Kriteria lain dari burung yang balance adalah jarak tulang dari ujung depan tulang dada sampai kepala sama dengan jarak kedua pundak (wing butts).

Dengan demikian burung yang leher dan kakinya terlalu panjang tidak ideal. Kalau cara mengukur jarak pundak pakai garis lurus, maka dada burung akan sangat lebar.

 

Kaki

Pada saat burung terbang maka jempol kaki akan nyantol di ujung bulu ekor bagian dalam (pangkal ekor) agar tidak lelah saat terbang.

Apabila kaki terlalu panjang maka, jempol kaki akan melewati pangkal bulu ekor. Jadi kaki yang terlalu panjang tidak bagus.

 

Bulu Dada

Bulu dada yang semakin tebal menunjukkan bahwa semakin baik, terutama untuk merpati jenis long distance.

 

Bila anda suka dengan artikel atau website kami harap luangkan waktu untuk like page kami. Like yang anda berikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

3 comments on “Tips Memilih Merpati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s