Burung Gagak

Gagak

gagak

Gagak adalah anggota burung berkicau Passeriformes yang termasuk dalam marga Corvus, suku Corvidae.

Hampir semua jenis burung ini berwarna bulu dominan hitam dan  berukuran relatif besar. Daerah penyebaran  meliputi  seluruh benua dan kepulauan, kecuali di Amerika Selatan.

Di antara jenis-jenis unggas yang lain, burung gagak diketahui memiliki tingkat kecerdasan paling jika dibandingkan dengan jenis burung yang lain.

Kelebihan ini sudah sejak lama diketahui oleh manusia, terutama dalam keterampilannya mencuri berbagai alat bantu manusia. Hewan ini memiliki kemampuan belajar dan dapat memecahkan permasalahan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya.

Di beberapa mitos dan kebudayaan, burung gagak sering dikaitkan dengan hal-hal yang buruk. Di negara Eropa, gagak biasa dipelihara oleh para penyihir. Di Indonesia, gagak sering dipercaya dapat menjadi pertanda kesulitan yang akan timbul. Ada pula kepercayaan yang mengatakan bahwa sate gagak untuk memanggil mahluk halus.

 

Legenda Bangsa Amerika Indian Sioux

Konon katanya pada jaman dahulu semua burung gagak itu berwarna putih seperti salju. Pada waktu itu orang-orang tidak mempunyai kuda dan senjata api ataupun senjata tombak yang ujungnya terbuat dari besi. Tapi hidup mereka sangat bergantung dengan berburu kerbau untuk makanan sehari-hari mereka.

Gagak 2

Berburu kerbau dengan berjalan kaki dengan senjata yang ujungnya terbuat dari lempeng batu sangat sulit, dan berbahaya. Burung gagak membuat hal-hal yang mempersulit para pemburu, karena mereka adalah teman dari kawanan kerbau.

Dengan cara terbang tinggi di atas padang rumput, burung-burang gagak bisa melihat segala sesuatu yang sedang terjadi. Setiap kali mereka melihat para pemburu mendekati kawanan kerbau, mereka terbang ke kawanan kerbau dan kemudian hinggap di antara tanduk mereka sambil memperingatkan pada mereka “gak, gak, gak, para pemburu datang Mereka merambat naik melalui celah karang di sana Mereka datang dari belakang bukit sana. Awas!. gak, gak, gak! ” Mendengar hal itu, kawanan kerbaupun lari berbondong-bondong dan orang-orang terancam kelaparan karena tidak mendapatkan hasil buruan.

Lalu orang-orang mengadakan rapat untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Di antara burung-burung gagak itu ada seekor gagak yang besarnya dua kali lebih besar dari pada burung gagak yang lainnya.

Burung gagak yang besar itu rupanya adalah pemimpin mereka. Kepala Suku pemburu yang bijaksana memberikan saran agar mereka harus menangkap burung gagak yang berwarna putih dan besar itu untuk memberinya pelajaran. Jika tidak mereka akan menderita kelaparan.

Lalu Kepala suku tadi mengeluarkan selembar kulit kerbau yang besar lengkap dengan kepala dan tanduknya yang masih terpasang. Ia meletakkannya ke bahu belakang dari seorang pemburu muda yang berani sambil mengatakan: “Hai keponakanku, menyelinaplah di antara kerbau-kerbau itu. Burung-burung gagak itu akan berpikir bahwa kau adalah salah satu dari kawanan kerbau itu. Dengan cara ini kau dapat menangkap si gagak putih yang besar itu.”

Lalu pemuda itupun menyamar sebagai kerbau, dan kemudian menyelinap di antara kawanan kerbau tersebut seolah-olah ia sedang memakan rumput. Kerbau-kerbau itu tidak memperhatikannya. Kemudian para pemburu berbaris keluar dari perkemahan mereka  serta menyiapkan busur dan panahnya.

Saat mereka mendekati kawanan kerbau, seperti biasa burung gagak datang memberi peringatan kepada para kerbau: “gak, gak, gak, para pemburu datang untuk membunuh kalian  Hati-hati terhadap panah mereka gak, gak, gak..!” dan semua kerbaupun berlarian pergi kecuali si pemuda yang menyamar di bawah kulit kerbau yang berpura-pura meneruskan memakan rumput

Kemudian gagak putih besar datang meluncur ke bawah, dan bertengger di bahu pemuda itu sambil mengepakkan sayap dan berkata: “gak, gak, gak hai saudaraku, apakah kau tidak dengar? Para pemburu sudah mendekat dan bersembunyi dibalik bukit itu  Cepat larilah, selamatkan dirimu.!”

Tetapi pemuda yang pemberani itu mengulurkan tangannya dari bawah kulit kerbau yang menutupi dirinya dan menangkap kaki burung gagak itu seketika. Kemudian dengan tali yang terbuat dari ayaman kulit pohon si pemuda mengikat kaki burung besar itu dan diikatkannya ujung tali yang lain ke sebuah batu besar yang berada disitu sehingga si burung gagak tidak dapat melarikan diri..

Pada malam harinya kembali orang-orang mengadakan rapat. “Apa yang akan kita lakukan dengan gagak, besar itu yang sering kali membuat kita kelaparan?” tanya seorang pemburu.  “Aku akan membakarnya!” jawab seorang pemburu yang lain dalam keadaan marah, Sebelum orang-orang bisa menghentikannya, ia menarik burung gagak itu dan berkata “Ini akan memberi dia pelajaran” sambil  melemparkan burung gagak itu ke dalam kobaran api.

Dan tali yang terikat di batu itupun ikut terbakar dan seketika si gagak besar itu terlepas dan berhasil terbang keluar dari kobaran api. Namun hampir semua bulunya dalam keadaan hangus. Walaupun ia masih bisa hidup namun ia tidak lagi berwarna putih.

“Gak, gak, gak” teriaknya dan terbang kembali dengan sekuat tenaganya. ” Aku tidak akan memperingatan kerbau-kerbau itu lagi. Aku tidak akan melakukannya lagi.”. Begitu janji yang diucapkan oleh si gagak sembari terbang tinggi dan sejak itu semua burung gagak berwarna hitam.

 

Bila anda suka dengan artikel atau website kami harap luangkan waktu untuk like page kami. Like yang anda berikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

One comment on “Burung Gagak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s